Fahim Sakit Mata

Sejak kemarin Fahim sakit mata, jadilah searching ttg obat sakit mata, dan dapet beberapa saya copas di bawah ini (diserati dengan sumber artikelnya).

Semoga artikel ini tersimpan dan berguna untuk menambah kesadaran akan kesehatan mata.

1. dari http://keluargasehat.wordpress.com/2009/04/06/mata-anak-belekan/

Mata Anak Belekan

06APR

- penyumbatan saluran air mata
kalau begini tatalaksananya adalah membersihkan dengan kapas air hangat dan
juga memijat2 area seputar matanya untuk membantu mengurangi penyumbatannya.

- infeksi atau bisa juga disebut conjunctivitis
infeksi inipun bisa banyak penyebabnya, bisa karena infeksi virus, infeksi
bakteri atau sebab lainnya dan umumnya krn infeksi virus dimana kalau krn
virus tidak perlu dibeirkan obat apapun selain membersihkan matanya spt yang
saya tulis diatas.

obat diperlukan bila infeksinya disebabkan oleh bakteri dimana gejalanya
hampir sama krn virus, tapi dr yg saya baca kalau krn bakteri belekannya
bandel, makin lama cenderung makin banyak dan kelopak matanya memerah.
kalaupun perlu obat tetes antibiotik (AB), pilih obat yg hanya mengandung AB
saja…jangan gunakan obat tetes yg mengandung steroid krn efek sampingnya
bisa menyebabkan glaukoma.

contohnya obat tetes mata yg mengandung steroid itu yah obat yang mba
sebutkan, yaitu cendo xitrol, yang mengandung dexametason yg merupakan salah
stau jenis steroid. tidak hanya untuk anak2, org dewasapun sebaiknya tidak
menggunakan obat yg mengandung steroid. memang sih steroid itu efeknya
memberi kenyamanan…..tapi kalau efeknya bisa bikin glaukoma, mending gak
usah deee….

cendo fenicol ataupun garamycin tidak mengandung steroid. tapi penting juga
kita ketahui kapan butuh AB atau tidak. tidak semua mata belekan perlu obat.

kalau untuk kasus anaknya mba, saya sependapat sama dokternya, kemungkinan
krn penyumbatan air matanya. jadi rajin2 dibersihkan dan di pijit2 yah area
matanya.

untuk tahu lebih jauh seputar conjunctivitis, bisa baca tulisan yg dibuat
oleh dokter apin dibawah ini.

Regards,
Gendi J – Father of 2

From: Arifianto Apin

sekarang saya coba jawab lebih lengkap berdasarkan hasil browsing ya.
Pertama, membedakan antara konjungtivitis akibat virus, bakteri, dan alergi
(saya ambil dari pediatric on call):

1. Bacterial conjunctivitis:- It is seen as a pink eye. It affects both the
eyes usually and leads to thick discharge of mucus from both the eyes.

2. Viral conjunctivitis: – Is a limited condition. It usually affects one
eye and causes excessive tearing. The discharge is usually mild.

3. Allergic conjunctivitis:- It results in excessive tearing from the eyes
and itching & redness in the eyes. It may sometimes be associated with a
runny nose.

4. Opthalmia neonatorum:- Is conjunctivitis in the newborn. It requires
emergency care and the neonatologist (physician caring for the baby) should
be consulted immediately. It has to be treated urgently to prevent permanent
eye damage or blindness. It is usually caused when the infant is exposed to
the germs in the mother’s birth canal. Gonococcus, C. trachomatis and herpes
virus are the common causes.

Yang jelas membedakan konjungtivitis virus dan bakteri agak sulit, lihat
saja kata-kata di atas yang digunakan adalah ‘usually’. Namun secara umum
kalau ‘belekan’-nya banyak dan lebih dari sehari belum> sembuh, kita curigai
akibat bakteri. Non-prescription eye drops are needed for viral
conjunctivitis. Antibiotic eye drops are required for bacterial
conjunctivitis. Allergic conjunctivitis require steroid eye drops. However,
do not use them without consulting your doctor.

Kalau dari tanda dan gejala anaknya Mbak Susi, tidak mengarah ke alergi,
paling mungkin akibat virus dan/atau bakteri. Bisa diberikan antibiotika
topikal (tetes/salep mata) untuk akibat bakteri. Yang perlu diingat
(diambil dari AAP): These viral infections tend to clear up on their own in
a few days. Your doctor may prescribe an antibiotic – either eyedrops or an
ointment – for bacterial conjunctivitis; make sure your child uses the
antibiotic for the prescribed time period, even if the symptoms disappear.
Two adults may be needed to administer the drops: one to hold the eye open
and reassure the child while the other adult actually puts the drops in the
eye. Also, periodically wash the eyelids, using a cotton ball soaked in
warm water, to keep them from sticking together. Keep your child home until
her eyes no longer have a discharge.

Jadi selain memberikan antibiotika, jangan lupa rajin membersihkan
kotorannya.

Mengenai kekhawatiran penggunaan antibiotika yang menyebabkan resistensi,
belum ada bukti yang kuat mendukung. Jadi boleh saja memberikan antibiotika
topikal ini (tapi tanpa steroid ya, karena tidak ada panduan yang mengatakan
pemberian steroid pada konjungtivitis bakterialis). Lainnya dalam jurnal
Lancet Juli 2005 menunjukkan Most children presenting with acute infective
conjunctivitis in primary care will get better by themselves and do not need
treatment with an antibiotic.

Kalau mau baca Randomized Control Trial-nya di sini:

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&db=PubMed&list_uids=15993231&dopt=Citation

Sedangkan EBM-nya di sini:

http://www.clinicalevidence.com/ceweb/conditions/eyd/0704/0704_I1.jsp

Dari gambaran tanda dan gejala yang Mbak Susi sampaikan, anaknya mengalami
konjungtivitis virus (disebabkan oleh virus). Diagnosis lainnya adalah
konjungtivitis bakteri (disebabkan oleh bakteri). Sulit sekali membedakan
antara kedua jenis konjungtivitis ini. Tapi biasanya kalau baru hari
pertama, masih dicurigai akibat virus dahulu, sehingga pengobatannya lebih
ke arah membuat anak merasa nyaman (sering-sering membersihkan kotoran
matanya, mengompresnya dengan air hangat/dingin agar merasa nyaman). Namun
jika berkepanjangan, sehingga dicurigai sebagai konjungtivitis bakteri,
diberikan tetes mata yang mengandung antibiotika, salah satu yang tersering
adalah kloramfenikol.

Tidak perlu yang mengandung campuran steroid, cukup yang mengandung
antibiotika saja. Bisa dilihat di kemasan obatnya.

Demikian quick reply saya, berdasarkan ilmu yang masih saya ingat. Belum cek
lagi seandainya ada update. Mari kita sama-sama browse di MayoClinic, AAP,
atau WHO dengan keyword: ‘conjunctivitis’.

Konjungtivitis alergi tandanya lebih ringan dibandingkan dengan kedua di
atas. Bila dihindarkan dari pencetusnya, mata tidak akan berair dan bengkak.
Sekiranya jawaban saya ini layak di-posting ke milis, silakan di-posting
agar bisa sharing dengan SPs yang lain. Maklum, saya jarang memantau milis
dalam sebulan terakhir karena kesibukan di luar.

Regards,
Apin

2. dari http://nadnuts.multiply.com/journal/item/445/Hana_dan_Sakit_Mata?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Hana dan Sakit Mata

Mar 20, ’08 1:23 AM
for everyone
Waktu umur 1,5 tahun, Hana pernah kena sakit mata, ketularan Mbaknya yang entah ketularan siapa gitu. Akibatnya serumah sakit mata, kecuali aku. Kok bisa? Soalnya aku menahan diri gak cium Hana (dan sumpah kangennya ampun2an, di depan mata tp gak bisa dicium2), pake bantal khusus yang gak nyampur ama bantal Hana n Abinya, menjaga daya tahan tubuh (minum vitamin, makan buah, dll), sering cuci tangan (kalo gak pake sabun ya pake antis n temen2nya) dan menjaga bgt supaya tangan gak nyentuh mata barang sedikit pun.

Eeehh setelah hampir 2 tahun berlalu, tiba2 akhir minggu lalu mata si Han2 belekan gitu. Gak merah sih, cuma belek aja dan beleknya juga gak banyak. Udah serem aja deh, soalnya awal minggu ini aku ada janji sama orang. Terpaksa semua acara pencegahan yang aku tulis di atas aku ulangi lagi (dan sekarang lagi kangen banget sama Hana).

Seperti biasa, aku selalu lari ke milis SEHAT kalo ada apa2 dengan Hana. Pas banget karena ada yang memang lagi ngebahas tentang sakit mata. Dan tahulah aku bahwa ada obat mata (yang sebenarnya bukan obat tetes biasa melainkan antibiotik) yang ber-steroid (steroid ini ‘jahat’ krn efek sampingnya bisa menyebabkan glaukoma) dan ada yang nggak.

Aku juga jadi tau kalo penyakit mata itu ada yang disebabkan bakteri (yang perlu dikasih antibiotik) dan ada yang disebabkan oleh virus (ini gak perlu antibiotik).

Jamannya Hana sakit mata pertama kali itu aku udah sering ubek2 milis SEHAT tapi masih takut2 ngikutinnya. Jadi, kadang masih apa2 n dikit2 ke dokter. Tapi, sekarang ke dokter kalo emang diperlukan aja dan kalopun iya, aku bakal lebih kritis.

Bukan mo promosi milis, tapi cuma pingin berbagi pengetahuan aja supaya antara dokter dan pasien bisa berjalan beriringan. Seperti yang aku kutip dari sini:

Kemitraan orang tua (“pasien”) dengan dokter merupakan salah satu komponen penting dalam membesarkan anak. Namun demikian, kemitraan hanya bisa terwujud apabila kedua belah pihak sepakat bekerjasama, mengatur langkah agar tercipta suatu harmoni yang indah. Langkah yang harmonis hanya dapat tercipta apabila konsumen kesehatan juga menyadari kewajiban mereka untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan dasar kesehatan. Konsumen kesehatan yang baik menyadari bahwasanya kesehatan merupakan tanggung jawab bersama sehingga tidak menyerahkan seluruh beban ke pundak tenaga kerja.

——————————————

Oh ya, ini hasil ubek2 dan konsultasiku di milis mengenai belekannya Hana:

Dari dr.Rozalina L Zulkarnain,SpM:

Untuk mata merah yang belekan, bisa disebabkan oleh virus atau bacterial.
Membedakannya bisa dilihat dari bentuk belekannya. Kalau belekannya watery,
jernih, agak lengket maka bisa dipastikan ini karena virus. Terapinya self
limited (yang penting meningkatkan daya tahan tubuhnya) dan ditetesi normal
saline untuk menyamankan kondisi permukaan mata. Dan jangan lupa..bersihkan
sekret (kotoran) mata sesering mungkin !

Untuk yang belekannya purulen, kuning, biasanya karena bakteri. Nah untuk ini
pengobatan dengan antibiotika diperlukan. Dokter mata biasanya akan memberikan
pengobatan dengan antibiotika secara empiris. Memang tidak dengan kultur dulu
(karena nunggu hasil kulturnya 1 minggu, sedangkan perjalanan penyakit hanya 4-5
hari), nanti kelamaan nunggu hasil kulturnya-padahal pengobatan bacterial
conjunctivitis harus cepat agar tidak mengakibatkan komplikasi infeksi kornea
yang mempengaruhi penglihatan.

Jadi saran saya sebagai dokter mata, apabila dilihat dari discharge (belekannya)
tidak kuning-kehijauan dan kental, maka ini disebabkan virus. Cukup kompres mata
dengan kompres hangat- bersihkan kotoran mata sesering mungkin dengan kapas
basah dan tetesi dengan normal saline 5-6 kali sehari. Jangan lupa tingkatkan
daya tahan tubuh ya.

——————————————–

Dari Dr. Apin:

From: Arifianto Apin

sekarang saya coba jawab lebih lengkap berdasarkan hasil browsing ya.
Pertama, membedakan antara konjungtivitis akibat virus, bakteri, dan alergi
(saya ambil dari pediatric on call):

1. Bacterial conjunctivitis:- It is seen as a pink eye. It affects both the
eyes usually and leads to thick discharge of mucus from both the eyes.

2. Viral conjunctivitis: – Is a limited condition. It usually affects one
eye and causes excessive tearing. The discharge is usually mild.

3. Allergic conjunctivitis:- It results in excessive tearing from the eyes
and itching & redness in the eyes. It may sometimes be associated with a
runny nose.

4. Opthalmia neonatorum:- Is conjunctivitis in the newborn. It requires
emergency care and the neonatologist (physician caring for the baby) should
be consulted immediately. It has to be treated urgently to prevent permanent
eye damage or blindness. It is usually caused when the infant is exposed to
the germs in the mother’s birth canal. Gonococcus, C. trachomatis and herpes
virus are the common causes.

Yang jelas membedakan konjungtivitis virus dan bakteri agak sulit, lihat
saja kata-kata di atas yang digunakan adalah ‘usually’. Namun secara umum
kalau ‘belekan’-nya banyak dan lebih dari sehari belum> sembuh, kita curigai
akibat bakteri. Non-prescription eye drops are needed for viral
conjunctivitis. Antibiotic eye drops are required for bacterial
conjunctivitis. Allergic conjunctivitis require steroid eye drops. However,
do not use them without consulting your doctor.

Kalau dari tanda dan gejala anaknya Mbak Susi, tidak mengarah ke alergi,
paling mungkin akibat virus dan/atau bakteri. Bisa diberikan antibiotika
topikal (tetes/salep mata) untuk akibat bakteri. Yang perlu diingat
(diambil dari AAP): These viral infections tend to clear up on their own in
a few days. Your doctor may prescribe an antibiotic – either eyedrops or an
ointment – for bacterial conjunctivitis; make sure your child uses the
antibiotic for the prescribed time period, even if the symptoms disappear.
Two adults may be needed to administer the drops: one to hold the eye open
and reassure the child while the other adult actually puts the drops in the
eye. Also, periodically wash the eyelids, using a cotton ball soaked in
warm water, to keep them from sticking together. Keep your child home until
her eyes no longer have a discharge.

Jadi selain memberikan antibiotika, jangan lupa rajin membersihkan
kotorannya.

Mengenai kekhawatiran penggunaan antibiotika yang menyebabkan resistensi,
belum ada bukti yang kuat mendukung. Jadi boleh saja memberikan antibiotika
topikal ini (tapi tanpa steroid ya, karena tidak ada panduan yang mengatakan
pemberian steroid pada konjungtivitis bakterialis). Lainnya dalam jurnal
Lancet Juli 2005 menunjukkan Most children presenting with acute infective
conjunctivitis in primary care will get better by themselves and do not need
treatment with an antibiotic.

Kalau mau baca Randomized Control Trial-nya di sini:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&db=PubMed&list_uids=1\
5993231&dopt=Citation

Sedangkan EBM-nya di sini:
http://www.clinicalevidence.com/ceweb/conditions/eyd/0704/0704_I1.jsp

Dari gambaran tanda dan gejala yang Mbak Susi sampaikan, anaknya mengalami
konjungtivitis virus (disebabkan oleh virus). Diagnosis lainnya adalah
konjungtivitis bakteri (disebabkan oleh bakteri). Sulit sekali membedakan
antara kedua jenis konjungtivitis ini. Tapi biasanya kalau baru hari
pertama, masih dicurigai akibat virus dahulu, sehingga pengobatannya lebih
ke arah membuat anak merasa nyaman (sering-sering membersihkan kotoran
matanya, mengompresnya dengan air hangat/dingin agar merasa nyaman). Namun
jika berkepanjangan, sehingga dicurigai sebagai konjungtivitis bakteri,
diberikan tetes mata yang mengandung antibiotika, salah satu yang tersering
adalah kloramfenikol.

Tidak perlu yang mengandung campuran steroid, cukup yang mengandung
antibiotika saja. Bisa dilihat di kemasan obatnya.

Demikian quick reply saya, berdasarkan ilmu yang masih saya ingat. Belum cek
lagi seandainya ada update. Mari kita sama-sama browse di MayoClinic, AAP,
atau WHO dengan keyword: ‘conjunctivitis’.

Konjungtivitis alergi tandanya lebih ringan dibandingkan dengan kedua di
atas. Bila dihindarkan dari pencetusnya, mata tidak akan berair dan bengkak.
Sekiranya jawaban saya ini layak di-posting ke milis, silakan di-posting
agar bisa sharing dengan SPs yang lain. Maklum, saya jarang memantau milis
dalam sebulan terakhir karena kesibukan di luar.

Regards,
Apin

Dan, masih banyak lagi hal lainnya. Cuma, saranku, sebelum ‘nanya’ ke milis, ubek2 dulu di search-nya. Kadang ada pertanyaan kita yang udah ditanyain sama anggota milis lainnya. Kalo gak ada ato kalo jawabannya kurang memadai, barulah nanya, supaya lebih efektif jalur thread di milis itu.

Thanks buat kakak iparku, Kak Ella, yang memperkenalkan milis ini ke aku. Thanks juga buat Dr. Wati dan dokter2 hebat lainnya.

3. dari http://www.mail-archive.com/balita-anda@balita-anda.com/msg42780.html

Re: [balita-anda] Obat tetes mata untuk balita – Thanks

Lisa Dharma
Tue, 15 Jun 2004 00:19:20 -0700

Thanks yah atas informasinya , saya sudah beli cendo fenicolnya juga. tadi
saya ke apotik century health ditawarkan nya cendo fenicol krn aman utk
anak2 dan bayi. kalau cendo xtrol itu digunakan untuk yg sudah agak meradang
jadi kalau masih merah2 belum terlalu parah pakai cendo fenicol.

Thanks yah all.mudah mudahan Evelyn cepat sembuh .

salam,
Mama Evelyn & Celine

----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, June 15, 2004 11:41 AM
Subject: Re: [balita-anda] Obat tetes mata untuk balita - SUMMARY

Dear Mama Evelyn & Celine, barusan saya juga nanya hal yang sama....... ini
saya buatkan summarynya.
Untuk mba Wening, mba Rifa, bunda Dyo, mama Tosan & Ruru, mba Lystin, mba
Dhiedhie, mba Sylvia, banyak TERIMA KASIH saya ucapkan atas sharingnya,
mudah2an berguna buat yang lain juga.
Cheers.

                      Nyoman RAHAYU
                                               To:      Sylvia Radjawane
<[EMAIL PROTECTED]>
                      06/15/04 11:15 AM        cc:
                                               Subject: Re: Obat tetes mata
untuk balita -- to mbak Nyoman
                                               (Document link: Nyoman
RAHAYU)

Mba Silvy makasih, ini saya dapatkan dari browsing juga, karena sama2
penasaran, sekalian jaga2 karena sakit mata ini nular banget.

                     CENDO FENICOL
                     0.25%

                     (Embedded image    :
                     moved to file:
                     pic28253.gif)
                     Composition

                                Active  :  Chloramphenicol
5 mg

                              Inactive  :  Boric Acid
2.5 mg
                                           Sodium Borate
1.5 mg
                                           Sodium Chloride
                                           to adjust
                                           isotoni in
                                           distilled water.

                               Vehicle  :  Hydroxy Prophyl
5 mg
                                           Methyl Cellulose

                     (Embedded image    :  Mengobati
                     moved to file:        trachoma,

                     pic06868.gif)         keratitis,
                     Indication            conjunctivitis
                                           dan uveitis

                     (Embedded image    :  Sensitif
                     moved to file:        terhadap
                     pic25547.gif)         Chloramphenicol.
                     Contraindication

                      Sylvia Radjawane
                      <[EMAIL PROTECTED]        To:
                      com>                     cc:
                                               Subject:  Re: Obat tetes mata
untuk balita -- to mbak
                      06/15/04 11:02 AM         Nyoman

Saya sempat iseng browsing internet karena ingin tahu juga ttg. Cendo
Xitrol dan Fanicol.
Di situ ada keterangan salah seorang dokter bahwa Cendo Xitrol itu untuk
mengobati infeksi mukosa mata (mata merah berair).
Tapi waktu browse Cendo Fanicol, nggak ada satu pun site ttg. itu. Asumsi
saya, mungkin ejaannya belum benar (mungkin Cendo Fanicol or Fanixol or
Fanisol...), jadi nggak ketemu di internet. Atau C. Fanicol ini 'nama
dagang' dari Cendo Xitrol (mirip 'Sanmol' nya 'Paracetamol'). Kalau memang
nama dagang, berarti kedua nama tsb. merujuk ke obat yang sama (cmiiw).

                      Yani
                      <[EMAIL PROTECTED]        To:
                      co.id>                   cc:
                                               Subject:
                      06/16/04 01:17 PM

Oh kalo sudah diresepin oleh drnya spt itu ya ikutin aja bu!...pasti dr kan
sdh ada pertimbangan2nya sendiri...
Bunda Dyo

                      dhiedhie
                      <[EMAIL PROTECTED]        To:
                      msel.co.id>               cc:
                                                Subject:
                      06/15/04 11:05 AM

Anakku dari dokter Nana Rs.Bunda dapetnya minggu lalu namanya
Cendo Fenicol, cepet juga sembuhnya. Tapi itu dapet dari resep
Dokter moms..

                      "Lystin Y.
                      Agustian"                To:
                      <[EMAIL PROTECTED]        cc:
                      .com>                    Subject:

                      06/15/04 10:03 AM

mbak,
kalo kata dsa anak saya, obat mata yg dijual bebas di apotik-2 itu aman kok
buat balita....
waktu pertama kali anak saya kena sakit mata, dikasih visine alhamdulillah
sembuh..
trus pas kapan itu kena sakit mata lagi, dikasih visine gak ampuh akhirnya
ke dsa lagi dan dikasih cendo fanisol dan beberapa hari kemudian langsung
sembuh

                      Yani
                      <[EMAIL PROTECTED]        To:
                      co.id>                   cc:
                                               Subject:

2 minggu lalu anakku Dyo (1th) juga tertular sakit mata merah begitu
juga...terus langsung aja aku HP DSAnya & saran beliau adalah "CENDO
FANICOL
0.25%" 3 x sehari 1 tetes(biasanya DSA anakku ini kalo aku HP & sakit
anaknya gak parah2 bgt beliau langsung kasih tau obatnya...) Alhamdulillah
2
hari kemudian sembuh.
Bunda Dyo

                      Rifa
                      <[EMAIL PROTECTED]        To:       Nyoman
RAHAYU/IDJKT04/TDE/[EMAIL PROTECTED]
                      m>                       cc:
                                               Subject:  Fw: [balita-anda]
Obat tetes mata untuk balita
                      06/15/04 10:00 AM

dari milis sehat yg diasuh dr wati

Di rumah ada yg sakit mata?
Kalau berkelanjutan kamu kasih garamycine eye drop 3 x 1 tetes selama 2 - 3
hari

wati
----- Original Message -----
From: "susan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, June 14, 2004 4:20 PM
Subject: Re: [sehat]Tanya: Bayi Sakit Mata
>
> dear dr. Wati & Smart parents
>
> tadi pagi anakku amelia pas bangun tidur dia gak bisa buka matanya karena
> ternyata banyak beleknya, trus aku bersihin pake kapas dipakein air
hangat,
> setelah itu matanya merah kayanya mau sakit mata deh, tadi siang aku telp
> kata
> pengasuhnya ternyata matanya itu masih merah. aduh aku jadi kasian nih.
> kira2 obatnya apa ya dok ?.untuk bayi umur 4 bulan, & please sharingnya
ya
> mom's.

                      Wening Pusparini
                      <[EMAIL PROTECTED]        To:
                      >                        cc:
                                               Subject:
                      06/15/04 09:46 AM

  Ibu, dulu anak saya pakai Cendo Fenicol. Tp ini harus dengan resep
  dokter.

                      Lisa Dharma
                      <[EMAIL PROTECTED]        To:
[EMAIL PROTECTED]
                      il.com>                  cc:       (bcc: Nyoman
RAHAYU/IDJKT04/TDE/ALSTOM)
                                               Subject:  [balita-anda] Tanya
obat tetes mata yg aman buat
                      06/15/04 11:25 AM         anak yg matanya merah
                      Please respond to
                      balita-anda

Parents,

Numpang tanya , Evelyn 3 tahun 6 bulan matanya merah merah , obat tetes
mata utk anak yang aman pakai apa yah ?
kemarin minggu ini sih Omanya memang matanya merah , apa ketularan Oma nya
yah ? apa benar sakit mata bisa menular ?

Mohon sharingnya yah obat tetes mata yg aman utk anak apa yah .

Thanks a  lot yah .

salam ,
 Mama Evelyn & Celine

4. dari (menurut pengakuan penulisnya : bukan dokter bukan perawat) http://www.aprillins.net/61/2010/perbedaan-cendo-xitrol-dan-cendo-fenicol/

Perbedaan Cendo Xitrol dan Cendo Fenicol

18 March 2010 06:03 PM – oleh aprillins Ada 69 tanggapan

Kali ini saya akan mencoba untuk mendeskripsikan dan mengupas tentang obat-obatan yang akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya obat mata. Cendo Xitrol dan Cendo Fenicol adalah dua obat yang berfungsi sebagai penyembuh penyakit mata. Namun, dari segi nama, kedua obat yang fungsinya sama ini, memiliki perbedaan, yaitu Xitrol dan Fenicol. Perbedaan ini tentu dibuat bukan asal-asalan, melainkan memiliki spesifikasi obat yang berbeda satu sama lain.

Cendo Xitrol

Cendo Xitrol memiliki kegunaan untuk mengobati penyakit mata yang diindikasikan sebagai berikut:
Pengobatan infeksi mata yang meradang
Konjungtivitis (radang selaput ikat mata) akut atau kronis yang tak bernanah
Blefarokonjungtivitis dan keratokonjungtivitis
Keratitis superfisial (radang pada permukaan kornea/selaput bening mata) non-spesifik
Radang pada kornea bagian dalam
Keratitis akne rosase
Iridosiklitis (radang selaput pelangi dan badan siliar)
Iritis (radang iris/selaput pelangi) akut yang ringan
Blefaritis (radang kelopak mata) yang tak bernanah
Skleritis (radang selaput mata keras)
Epiekleritis (radang permukaan selaput mata keras)
Sklerokonjungtivitis
Herpes zoster pada mata
Pencegahan infeksi setelah operasi mata

Penggunaan Cendo Xitrol dalam jangka panjang dapat memicu pertumbuhan organisme yang resisten terhadap Cendo Xitrol. Kandungan Cendo Xitrol adalah Dexamethasone, Neomycin Sulfate, dan Polymyxin B Sulfate.
Dexamethasone memiliki fungsi sebagai anti-alergi dan pengobatan terhadap penyakit kulit. Dexamethasone tidak boleh diberikan pada penderita herpes simplex pada mata. Pengobatan yang berkepanjangan dapat mengakibatkan efek katabolik steroid seperti kehabisan protein, osteoporosis dan penghambatan pertumbuhan anak.
Neomycin Sulfate berfungsi sebagai pengobatan terhadap infeksi kulit, luka cakar atau teriris, dan luka bakar.
Polymyxin B Sulfate secara aktif melawan kuman yang bernama Ps.aeruginosa. Antibiotik ini mengintervensi membran sitoplasma kuman yang mengganggu pengaturan cairan pada mata.

Cendo Xitrol bisa dibeli di apotek terdekat dengan harga kurang lebih Rp30.000.
Cendo Fenicol

Cendo Fenicol memiliki kegunaan untuk mengobati penyakit mata yang diindikasikan sebagai berikut:
Trakhoma
Keratitis (radang selaput bening mata)
Konjungtivitis (radang selaput ikat mata)
Dakriosistitis (radang kantung air mata)
Uveitis (radang uvea/lapisan dalam mata yang terdiri atas selaput pelangi, badan siliar, dan koroid)

Penggunaan Cendo Fenicol dapat memicu pertumbuhan kuman yang resisten terhadap Chloramphenicol. Anti-biotik bernama Chloramphenicol ini berasal dari bakteri bernama streftomyces venezuelae yang dapat berfungsi sebagai pencegah tumbuhnya jamur. Namun, ada efek samping dari penggunaan jangka panjang obat yang mengandung Chloramphenicol yaitu penyakit hati, ginjal, dan kanker. Penggunaan Chloramphenicol akan efektif pada infeksi serius yang disebabkan oleh Salmonella sp. dan H. influenzae, tetapi efek samping yang mungkin timbul adalah radang syaraf mata.

Cendo Fenicol bisa dibeli di apotek terdekat dengan harga kurang lebih Rp40.000.
Pendapat Pribadi

Setelah mempelajari secara seksama, maka dapat saya simpulkan bahwa penggunaan Cendo Fenicol jangka panjang sebagai obat mata sangat tidak disarankan. Alasan logisnya adalah bahwa Cendo Fenicol yang mengandung Chloramphenicol dapat menimbulkan efek samping terkait dengan wilayah mata yaitu radang syaraf mata. Obat ini mungkin lebih cocok digunakan jika sakit mata berkaitan dengan selaput mata dan menyebabkan belekan secara berlebih.

Cendo Xitrol tidak disarankan apabila digunakan dalam jangka panjang, karena Dexamethasone dapat menimbulkan efek samping yang lumayan mengerikan. Tampaknya, obat ini bisa digunakan jika mata berair, tetapi tidak mengeluarkan belek secara berlebih. Komposisi Cendo Xitrol, kelihatannya ditujukan untuk sakit mata yang diakibatkan oleh serangan fisik.

Itulah kiranya pemahaman awam saya terhadap obat mata. Ternyata, Cendo Xitrol maupun Cendo Fenicol tidak disarankan untuk penggunaan jangka panjang yah.. heehehe Sekian, kalau ada kesalahan mohon dimaklumi karena saya bukan apoteker maupun dokter. Pembuatan posting ini hanya untuk pembelajaran saja. Oleh karena itu, jika ada kesalahan mohon dikoreksi heheh.

Jagalah kesehatan mata dengan sebaik-baiknya untuk informasi tentang kesehatan silakan kunjungi health philosophy.

CMIIW

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: